Berita IAI

IAI Kab. Sikka: Giliran Pedagang Pasar Alok Mendapat Hand Sanitizer

Bakti sosial kedua PC IAI Kabupaten Sikka membagikan Hand Sanitizer ke pedagang di Pasar Alok. Bersamaan dengan penyebaran pamfle informasi tentang pandemi COVID-19 berbahasa Sikka.

MAUMERE – Guna mencegah penyebaran wabah corona di lingkungan pasar, Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia Kabupaten Sikka melakukan kegiatan bakti sosial (Baksos) berupa pembagian hand sanitizer, vitamin dan obat herbal kepada para pengguna pasar Alok, Kabupaten Sikka, Propinsi NTT pada Sabtu (4/4) pagi. Ketua Ikatan Apoteker Indonesia cabang Sikka, Fransiska Sinandona Nona Rusli yang ditemui media ini di Pasar Alok disela-sela kegiatan baksos tersebut menjelaskan, hand sanitizer yang dibagikan sebanyak 100 botol, vitamin sebanyak kurang lebih mencapai ribuan tablet. “Hand sanitizer itu ada sekitar 100-an botol, ada vitamin, kemarin kami dapat sumbangan dari apotik itu ada 10 box yang isinya 200-an tablet dengan kami juga dapatkan 10 box vitamin dengan masing-masing isinya sekitar 100-an tablet jadi bisa 1000-an tablet,” jelas Fransiska.

Dikatakan, Ikatan Apoteker Indonesia cabang Sikka memilih Pasar Alok sebagai lokasi kegiatan baksos tersebut karena mereka menilai bahwa pengguna Pasar Alok merupakan golongan masyarakat ekonomi menengah ke bawah yang sulit mendapatkan barang-barang tersebut.

“Disini pengguna pasarnya itu rata-rata dari golongan ekonomi menengah ke bawah dan pasti mereka susah untuk membeli, kalau di rumah sakit atau di mana-mana, atau tenaga medis sudah miliki,” ungkapnya. Disebutkan, pembagian hand sanitizer tersebut merupakan pembagian tahap kedua. Pada tahap pertama, IAI cabang Sikka membagi kepada tenaga kesehatan di puskesmas, Posko COVID-19 Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Bupati dan Wakil Bupati Sikka dan seluruh camat. “Tahap pertama itu, kami buat sekitar 200 botol dan itu kami sudah bagikan semua, untuk puskesmas, tenaga kesehatan dan pejabat, sedangkan tahap kedua ini karena kami kekurangan alkohol jadi kami hanya bisa dapat berapa botol itu dan kami bagikan hari ini untuk masyarakat khususnya di Pasar Alok ini,” jelas Fransiska.

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa hal tersebut mereka lakukan mengingat pengguna pasar setiap hari berinteraksi dengan para pembeli melalui transaksi jual beli.

“Penjual misalnya kalau mereka jual beli barang kan pakai uang, kan salah satu penyebarannya juga kan lewat uang, virus itu kan menempelnya di uang, jadi rentan sekali. Kami kasih mereka hand sanitier jadi sesudah terima uang mereka langsung cuci pakai hand sanitizer karena mereka mungkin tidak sempat untuk cuci lagi ke tempat cuci tangan umum yang biasa menggunakan sabun dibawah air mengalir,” ungkapnya. Dikatakan, selain membagi hand sanitizer dan vitamin, mereka juga menjelaskan tentang pencegahan COVID-19 kepada setiap penjual yang ditemui di Pasar Alok. “Sebenarnya kita harus mengumpulkan mereka, tetapi karena saat ini dengan social distancing seperti ini jadi kita hanya membagi dan menjelaskan langsung ke orang-orang tersebut tentang bahaya corona secara singkat dan cara penggunaan bahan-bahan yang kami bagikan tadi, kami juga bagikan brosur yang sudah dibuatkan dalam bahasa daerah Sikka jadi bisa dimengerti oleh semua kalangan,” ujar Fransiska.

Dirinya mengaku, pihaknya berencana akan melakukan kegiatan serupa namun pihaknya mengalami kekurangan bahan baku pembuatan hand sanitizer.“Kami akan diskusikan dan pikirkan lagi karena terus terang, hand sanitier ini kami kekurangan bahan baku, untuk saat ini, alkohol susah sekali didapat, kalaupun dapat, sudah dengan harga tinggi. Kemarin kami swadaya untuk kumpul perorang 1 liter alkohol untuk dicampur dengan bahan lain yang kami beli sendiri dengan dana IAI,” jelasnya.Dirinya kemudian berharap dengan adanya kegiatan baksos tersebut masyarakat khususnya pengguna Pasar Alok bisa merasakan manfaatnya dan melalui edukasi yang dilakukakan oleh IAI cabang Sikka tersebut masyarakat bisa lebih memahami tentang pandemic virus corona dan mencegah lebih dini penyebaran virus corona di lokasi yang dianggap paling rentan mewabahnya virus asal Wuhan, China tersebut.Kontributor : Albert Aquinaldo
Artikel ini pernah tayang di kumparan.com dengan judul “Cegah Corona, Apoteker Sikka Bagi-bagi Hand Sanitizer untuk Pedagang Pasar Alok”