Bisnis

Erick Thohir Teken Surat Pembentukan Holding BUMN Farmasi

Warta Apoteker – Cileungsi, Sabtu (01/02/2020) – Kementerian Badan Usaha Milik Negara meresmikan berdirinya Holding Farmasi yang terdiri dari Bio Farma sebagai induk holding, bersama PT Kimia Farma Tbk, dan PT Indonesia Farma (Indofarma) Tbk.

“Dengan adanya holding ini diharapkan produk farmasi dapat tersebar secara merata ke seluruh pelosok negeri, dan inovasi dari anggota holding farmasi untuk menciptakan suatu produk baru,” kata Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir, dikutip dari keterangan tertulisnya, Jumat, 31 Januari 2020.

Seperti dilansir Tempo.Com, Honesti mengatakan, pembentukan holding farmasi untuk perkuatan kemandirian industri farmasi, meningkatkan ketersediaan produk, dan menciptakan inovasi bersama untuk penyediaan produk farmasi. Pendirian holding tersebut dirahapkan juga bisa menurunkan impor bahan baku farmasi.

“Sinergi dari tiga BUMN yang tergabung dalam holding farmasi ini, dapat menurunkan impor bahan baku farmasi atau Active Pharmaceutical Ingredients (API) dimana saat ini lebih dari dari 90 persen bahan impor farmasi masih diimpor dari luar negeri,” kata Honesti.

Pengesahan Bio Farma sebagai induk Holding BUMN Farmasi ditandai dengan terbitnya surat persetujuan Menteri BUMN Erick Thohir sebagai keputusan RUPS yang menyetujui pengalihan seluruh saham Seri B milik pemerintah pada Kimia Farma dan Indofarma pada Bio Farma. Surat persetujuan Menteri BUMN tersebut merupakan tahap akhir proses pendirian holding.

Presiden Joko Widodo sebelumnya menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) nomor 76 tanggal 15 Oktober 2019 berisi penambahan penyertaan modal negara dalam modal saham perseroa PT Bio Farma. Penambahan penyertaan modal negara tersebut dilakukan dengan penyerahan saham pemerintah yang berada di Kimia Farma dan Indofarma pada Bio Farma, sebagai penyertaan penambahan modal negara.

Sumber: Tempo.Co

About the author

subagiyo

Add Comment

Click here to post a comment