Published On: Fri, Jan 6th, 2017

Transformasi Apoteker dimulai dari Depok

Share This
Tags

Alianshar Haqi, S.Farm sesaat setelah sidang Apoteker dan bersiap mengikuti UKAI (Foto: Istimewa / IG Anshar Haqi)

Mahasiswa Program Profesi Apoteker UI Angkatan 83 bersiap menyongsong hidup baru dengan melakukan transformasi sehingga eksistensi apoteker di Indonesia dapat dirasakan oleh masyarakat. “Kami sengaja memilih tema TRANSPHARMACTION: “Regulatory Approach: Challenges And Opportunities To Improve Pharmacist’s Existency” dengan harapan para apoteker nantinya dapat melakukan aksi nyata bukan sekedar teori belaka”, terang Alianshar Haqi, S.Farm kepada Warta Apoteker. Masih menurut Anshar, selama ini profesi apoteker sudah banyak diuntungkan dengan keberadaan peraturan yang dibuat pemerintah, namun sayang sekali hal itu tidak dapat dimanfaatkan oleh para apoteker.

Dengan pendekatan peraturan yang ada diharapkan para apoteker menyadari akan hak dan kewajiban sebagai apoteker. Para apoteker nantinya diharapkan dapat menerapkan teori yang didapat di bangku kuliah secara aplikatif di dunia kerja.

Bentuk dari kegiatan kali ini berupa seminar dan workshop yang diselenggarakan secara berturut-turut, Sabtu – Minggu, 18 – 19 Februari 2017 di Auditorium Rumpun Ilmu Kesehatan UI, Depok.

Pada hari pertama akan dimulai dengan seminar dengan menghadirkan narasumber yang kompeten seperti Syed Azhar Syed Sulaiman, Prof Dr. Professor. B. Pharm. (USM) Pharm. D. (Ferris State) yang akan menyampaikan gambaran fungsi dan peran apoteker di Negara maju dan/atau negara berkembang di tinhau dari berbagai aspek.. Pembicara kedua rencananya akan menghadirkan Ketua Umum PP IAI, Drs. Nurul Falah Eddy Pariang, Apt yang akan membawakan materi peningkatan kesadaran apoteker komunitas terhadap peraturan perundangan.

Untuk narasumber ketiga, panitia akan menghadirkan Dr. Agusdini Banun S, MARS., Apt (Sekretaris Ditjen Farmalkes, Kemenkes RI) yang akan menyampaikan pengoptimalan peran apoteker dalam kendali mutu dan biaya di era JKN.

“Di akhir hari pertama, kami akan format dalam bentuk diskusi panel. Insha Allah, pada diskusi panel dimaksud, panitia akan menghadirkan narasumber dari Kemenkes, Badan POM, PP IAI dan dua orang apoteker praktisi,” terang Hendriq, Humas Phase 83. Masih menurut Hendriq bahwa harapannya dari seluruh rangkaian kegiatan seminar, para peserta dapat mengambil intisarinya dan bersiap melakukan transformasi kembali ke jalan yang benar.

Hari kedua kegiatan, Minggu 19 Februari 2017, akan dilakukan dua workshop di tempat yang sama. Peserta workshop akan dibatasi hingga 100 orang untuk masing-masing workshop. Workshop akan diselenggarakan secara paralel, workshop pertama akan diberikan oleh Dra. Azizahwati, M.Si., Apt (Ketua PD IAI DKI Jakarta) dengan tema “Mengoptimalkan peran apoteker komunitas dalam memperikan Pelayanan Swamedikasi Sesuai Regulasi”. Di ruang terpisah, akan diselenggarakan workshop kedua dengan menghadirkan Indri Mulyani Bunyamin, Apt (Apoteker Praktisi Puskesmas Kecamatan Kembangan Jakarta Barat) dan Dr. Darryl Nomura, Pharm.D (Apoteker Praktisi Apotek Viva Generik) dengan tema “Mengoptimalkan peran apoteker komunitas dalam memperikan Pelayanan Home Pharmacy Care sesuai regulasi.”

About the Author

- Saya dapat dihubungi di Ahmad@Subagiyo.Com

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>