Published On: Thu, Oct 27th, 2016

Negara Hadir Memerangi Obat & Makanan Palsu

Share This
Tags

Kepala BPOM, Penny K. Lukito dan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komisaris Jenderal Polisi Drs. Ari Dono Sukmanto menandatangani Pedoman Kerja Peningkatan Kerja Sama Dalam Rangka Pengawasan dan Penyidikan Tindak Pidana di Bidang Obat dan Makanan di Ruang Gedung Utama Mabes Polri Jakarta. (Foto: Istimewa / Twitter @srisyar)

WARTA-APOTEKER.COM, JAKARTA – ‎Negara hadir memerangi kejahatan manusia demikian ungkap Penny Lukito Kepala BPOM kepada mass media di Mabes Polri, Rabu (26/10/2016) siang. Sebelumnya Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menegaskan bahwa Polri dan BPOM sepakat meningkatkan kinerja terkait pemberantasan obat dan makanan palsu.

Jenderal bintang empat ini melanjutkan, dalam waktu dekat dia akan membuat surat telegram ke Polda hingga Polres untuk membentuk Satgas Gabungan bersama BPOM di wilayah masing-masing untuk melakukan penindakkan pada para pelaku kejahatan kemanusiaan itu.

“Kami sepakat tingkatkan kinerja, karena soal pemalsuan makanan dan obat ini ‎hal penting menyangkut rakyat. Beberapa waktu lalu kan sempat diungkap ada vaksin palsu dan obat palsu di Tangerang, Banten,” ungkap Tito Karnavian di Mabes Polri. Kesepakatan tersebut diterjemahkan dengan melakukan penandatanganan Pedoman Kerja Peningkatan Kerja Sama Dalam Rangka Pengawasan dan Penyidikan Tindak Pidana di Bidang Obat dan Makanan.

Kapolri menyaksikan langsung penandatanganan kesepakatan yang ditandatangani oleh Kepala BPOM, Penny K. Lukito dan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komisaris Jenderal Polisi Drs. Ari Dono Sukmanto, di Ruang Gedung Utama Mabes Polri Jakarta.

Sebelumnya telah dilakukan Video Conference di Rupatama Mabes Polri, Kapolri dan Kepala BPOM memberikan arahan kepada jajarannya di lingkungan Polri dan BPOM. Video Conference diikuti oleh seluruh jajaran Kepolisian Daerah dan Balai Besar/Balai POM.

Tujuan penandatanganan itu untuk perwujudan dalam peningkatan kerja sama dengan pengawasan dan penyidikan tindak pidana di bidang obat dan makanan. Sehubungan dengan adanya nota kesepahaman, masih perlu terus dilihat adanya pedoman kerja, terutama yang terkait dengan penyelengaraan tukar menukar informasi, peningkatan kompetensi PPNS, pemberian bantuan teknis dan taktis.

Kapolri Jendral Tito Karnavian bersama Kepala BPOM Penny Lukito (Foto: Istimewa / Theresia Felisiani/Tribunnews.com)

Penandatanganan Pedoman Kerja Peningkatan Kerja Sama Dalam Rangka Pengawasan dan Penyidikan Tindak Pidana di Bidang Obat dan Makanan merupakan kelanjutan dari Nota Kesepahaman Nomor B/8/II/2016 dan Nomor HK.08.1.23.16.0691 tentang peningkatan kerja sama dalam rangka pengawasan dan penyidikan tindak pidana di Bidang Obat dan Makanan, pada tanggal 10 Februari 2016 antara Kapolri dengan Kepala BPOM.

Pedoman kerja yang baru saja ditandatangani ini berlaku untuk semua tingkatan serta wilayah kerja Polri dan BPOM di seluruh Indonesia. pedoman kerja ini di harapkan menjadi penyemangat untuk semua jajaran, baik BPOM maupun Polri.

Kegiatan ini langsung direspon oleh satuan kerja di wilayah, salah satunya oleh jajaran Polda Bengkulu dengan Balai POM Bengkulu, seperti tampak dalam reply cuitan akun @srisyar terhadap cuitan akun resmi Balai POM Bengkulu @BPOMBengkulu.

Penandatangan Pedoman Kerja Pengawasan Obat dan Makanan antara Ka.Badan POM dengan Kabareskrim berlanjut dengan MoU di Balai POM dg POLDA pic.twitter.com/Soq2Rwnhpi

About the Author

- Saya dapat dihubungi di Ahmad@Subagiyo.Com

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>