Published On: Thu, Jun 29th, 2017

Ketua PB IKA I masih kerabat dengan Prabowo Subianto

Share This
Tags

Spending their free time with cycling tandem bike during Conference Of Indonesian Christian Youth (ICJ) at Kerk- Avezaath in Gelderland Holland, in August 1942. From left to right : Mr. Oey, Ms Dora Maria Sigar (Soemitro Djojohadikoesoemo’s wife), Moorianto Koesoemo Oetoyo, unknown, Drs Estefanus Looho, Ms Olga Nelly Sigar (later maried with Estefanus Looho) and Yusuf Moeda Dalam (Foto: Istimewa / Facebook)

Ikatan Apoteker Indonesia atau IKA ditetapkan sebagai nama organisasi pada Muktamar I Apoteker Indonesia di Jakarta. Muktamar I berlangsung selama dua hari, Jum’at – Sabtu, 17 – 18 Juni 1955 di Gedung Metropole (sekarang Gedung Megaria, red). Peserta Muktamar I sepakat memilih Drs. Estefanus Looho, Apotheker atau E. Looho sebagai Ketua Pengurus Besar IKA pertama. E Looho, pria kelahiran Langkoan, 14 Juni 1919 adalah apoteker pertama bersama Drs. R. Hartono Wignjodisastro, Apotheker sebagai apoteker kelahiran Indonesia. Menurut sejarah Drs. Hartono Wignjodisastro Apotheker sama-sama lulus dari Leiden, Netherlands. R. Hartono meraih gelar pada tahun 1946 sementara E. Looho setahun kemudian yaitu 1947 (dalam buku Profil Sarjana Farmasi Indonesia 1991, tercatat E. Looho adalah Alumnus Leiden tahun 1948, menempuh pendidikan sejak tahun 1939).

E. Looho tercatat menjabat sebagai Ketua Pengurus Besar IKA selama dua periode berturut-turut hingga Muktamar II IKA pada tahun 1956 di Gedung PB IDI, Jl. G.S.S.J. Sam Ratulangi, Jakarta. Pada tahun 1950, Menteri Kesehatan RI menunjuk Profesor Hanafiah (bukan seorang apoteker) sebagai Kepala Direktorat Farmasi pertama. Pada akhirnya Profesor Hanafiah menunjuk E. Looho sebagai Inspektur Farmasi dan Drs. R. Hartono, W sebagai Kepala Perlengkapan Farmasi sehingga tugas Profesor Hanafiah dapat berlangsung dengan lancar.
Selama mengabdi sebagai apoteker, E. Looho tercatat sebagai anggota penyusun Farmakope Indonesia, Ekstra Farmakope Indonesia. Prestasi lainnya adalah bekerja sebagai apoteker di Apotek Jawa, Jl. H.O.S. Tjokroaminoto No. 83, Jakarta. Pada tahun 1961 bersama rekan lainnya (Dr. Tio Tiongho), E. Looho mendirikan P.T. Vitapharm di Surabaya. E. Looho juga tercatat pernah bekerja sebagai Sekretaris Yayasan UKI.
Dari gambar di atas, diketahui bahwa E. Looho menikah dengan Olga Nelly Sigar, wanita kelahiran Manado, 18 Agustus 1920. Olga Nelly Sigar, bersekolah di Koning Willem III School Batavia, dan lulus dari Hervormd Lyceum afd. HBS A Amsterdam 1938. 
Image may contain: 4 people

Olga Nelly Looho Sigar merayakan ulang tahun yang ke-91 pada tahun 2011 yang lalu (Foto Istimewa: Kenneth Looho / Facebook)

Olga Nelly Sigar adalah kakak perempuan dari Dora Maria Sigar, yang tak lain adalah istri dari Profesor Soemitro Djojohadikoesoemo, orang tua dari Prabowo Subianto. So, apakah pembaca masih tidak percaya jika Apoteker E. Looho, Ketua Pengurus Besar Ikatan Apoteker Indonesia adalah “Pakde” dari Prabowo Subianto ?

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>