Published On: Mon, Jul 24th, 2017

ISoP Indonesia Chapter: Babak baru Farmakovigilans di Indonesia

Share This
Tags

Kepastian pembentukkan ISoP Indonesia Chapter disetujui, didapat dari delegasi Indonesia yang sedang mengikuti Mid-year training course – Bangkok (Thailand), 25 – 26 Mei 2017. Hal tersebut tidak lepas dari usaha beberapa orang akademisi dan praktisi yang menginisiasi pembentukan ISoP Indonesia Chapter. Untuk memenuhi persyaratan pembentukkan, beberapa praktisi / akademisi “terpaksa” menjadi anggota ISoP.

Melalui ISoP Bulletin yang terbit medio Juli 2017, ISoP sendiri rencananya akan mengumumkan resmi (launch) ISoP Indonesia Chapter pada kegiatan 17th Annual Meeting ISoP pada 15 – 18 Oktober 2017 di ACC, Liverpool, Inggris.

Indonesia, termasuk sebagai salah satu negara yang memiliki PV Framework di mana strukturnya berada dalam Badan POM, dengan dibentuknya Pusat Farmakovigilans Nasional. Kabar launch ISoP Indnoesia Chapter disambut baik oleh Penny Lukito, Kepala Badan POM. “Badan POM akan bermitra dengan seluruh pihak, termasuk ISoP Indoensia Chapter nantinya, untuk memperkuat Farmakovigilans terutama dalam hal pembuatan kebijakan guna melindungi masyarakat,” terang Penny menjawab Warta Apoteker.

Penny menambahkan bahwa sebenarnya Badan POM sejak tahun 2011 sudah memiliki aturan yang jelas terkait Farmakovigilans bagi industri farmasi tanah air. “Sekarang, seluruh industri farmasi wajib membuat laporan kepada Badan POM terkait hal ini, meskipun tidak ada kejadian dengan cara membuat laporan Zero Report,” terang Penny.

Badan POM berharap dengan hadirnya ISoP Indonesia Chapter, dapat membantu tugas Badan POM dalam pengawasan aspek keamanan obat yang beredar. Bersama-sama memfasilitasi kebutuhan akses capacity building dalam hal Farmakovigilans di manapun sejawat tenaga kesehatan yang menangani farmakovigilans bertugas.

Sementara itu, dihubungi terpisah Siti Asfijah Abdoellah, S.Si., Apt., M.Med.Sc, Kasubdit Surveilan dan Analisis Risiko Produk Terapetik dan PKRT, menambahkan bahwa tanggung jawab keamanan penggunaan obat merupakan shared responsibility antara regulator, pelaku usaha, fasilitas pelayanan kesehatan, tenaga kesehatan dan juga masyarkat sebagai end user.

“Selama ini Badan POM sebagai Pusat Farmakovigilans Nasional telah berusaha untuk mengembangkan program dan kegiatan untuk meningkatkan  fungsi farmakovigilans  sebagai salah satu bentuk tugas dan tanggung jawab Badan POM mengawal aspek keamanan obat beredar di Indonesia,” jelas Asfijah, alumni Master Degree, Clinical Epidemiology, Pharmacoepidemiology, University of Newcastle ini.

Apakah Sejawat tertarik bergabung dengan ISoP Indonesia Chapter ?

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>