Published On: Sun, Dec 31st, 2017

HISFARKESMAS PP IAI: Tahun Baru, Organ Otonom Baru

Share This
Tags

Rapat Koordinasi dan Pertemuan Seminat Apoteker Puskesmas Sumatera Barat (Hisfarkesmas), Ahad, 18 Desember 2016. (Foto: Istimewa/FB)

Dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Tahun 2017, telah terbit peraturan organisasi Nomor: PO.008 /PP.IAI/1418/IX/2017 tentang Himpunan Seminat IAI. Peraturan organisasi yang ditandatangani oleh Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal pada 6 September 2017 tersebut sekaligus mencabut PO Nomor: PO.007/PO/PP-IAI/V/2015 tentang Himpunan Seminat.

“Beberapa tahun ke belakang, pemerintah mulai menempatkan Apoteker di Puskesmas, kemudian diperkuat dengan dukungan berupa Permenkes Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas tahun 2014, dimana Apoteker menjadi tenaga kesehatan yang bertanggung jawab atas pelayanan kefarmasian di Puskesmas,” terang Noffendri Roestam, S.Si., Apt, Sekretaris Jenderal IAI 2014 – 2018 melalui pesan singkat WA.

Masih menurut, Noffendri, selama ini PP IAI banyak menerima undangan kegiatan dari Kemenkes terkait ketenagaan di Puskesmas. Sehingga PP IAI selalu mendorong teman-teman apoteker di Puskesmas untuk hadir mewakili IAI, antara lain Apoteker Iis (Bandung), Apoteker Indri (Jakarta) dan Apoteker Rayan (Tangerang Selatan).

Artikel terkait:

“Sebelum itu, IAI PD Sumatera Barat juga sudah memfasilitasi pertemuan para Apoteker yang berpraktik di Puskesmas di wilayah Sumatera Barat, dan kemudian terbentuk HISFARKESMAS (Himpunan Seminat Farmasi Kesehatan Masyarakat) PD IAI Sumatera Barat,” terang Noffendri. Bak gayung bersambut PP IAI meyambut baik usulan tertulis PD IAI Sumbar agar dalam Rakernas IAI 2017 diagendakan pembentukan Himpunan Seminat bagi Apoteker yang berpraktik di Puskesmas.

Slide presentasi Fauzi Kasim pada Seminar Nasional “Pharmaceutical Update” di Fakultas Sains dan Farmasi Universitas Mathla’ul Anwar, Banten (Sabtu, 23/12/2017)

Noffendri menambahkan bahwa satu bulan sebelum pelaksanaan Rakernas, pada peringatan HUT RI tahun 2017, PP IAI berkesempatan bertemu dengan para Apoteker Nakes Teladan yang berasal dari Puskesmas seluruh Indonesia. Dalam pertemuan itu mengemuka usulan untuk membentuk himpunan seminat bagi Apoteker yang berpraktik di Puskesmas.

Maka melalui Forum Rakernas IAI 2017, pimpinan rapat menyampaikan usulan tersebut dan disetujui oleh, yang juga dihadiri okeh beberapa Apoteker yang berpraktik di Puskesmas. Forum menyetujui pembentukan HISFARKESMAS PP IAI dan menunjuk sejawat Indri Mulyani Bunyamin dari Puskesmas Kembangam Jakarta sebagai Ketua untuk pertama kalinya, berdasarkan hasil musyawarah para Apoteker Puskesmas yang hadir di kegiatan Rakernas.

Sementara itu dihubungi terpisah, Indri Mulyani Bunyamin membenarkan bahwa dirinya ditunjuk PP IAI sebagai Ketua HISFARKESMAS untuk pertama kalinya. “Saat ini kami sedang menyiapkan segala sesuatunya, Insha Allah besok (Senin, 01/01/2018) akan ada rapat kecil,” jelas Indri. Indri melanjutkan, HISFARKESMAS sedang mencoba menetapkan visi, misi dan struktur organisasi termasuk bidang-bidang apa saja yang diperlukan.

“Kami juga mencoba memikirkan program kerja apa yang pas dengan HISFARKESMAS yang sejalan dengan pemerintah dan organisasi profesi terutama dengan kebijakan Jaminan Kesehatan Semesta nanti. Kami menyadari bahwa program promotif dan preventif akan lebih dikedepankan, tentu beda ya antara kesehatan perorangan dengan kesehatan masyarakat,” ungkap Indri.

Image may contain: one or more people

Indri Mulyani Bunyamin menerima Sertifikat Sebagai Tenaga Kesehatan Teladan Di Puskesmas Tingkat Nasional Agustus 2017 Kategori Tenaga Farmasi dari Menteri Kesehatan (Foto: Istimewa / Koleksi Pribadi Indri (FB Pelayanan Kefarmasian))

Masih menurut Indri, yang bersama timnya (Tim GKM OBOR Unit Farmasi Puskesmas Kembangan, Jakarta Barat) sedikitnya sudah menghasilkan 10 inovasi,  apoteker memiliki peranan yang berarti nantinya dalam program Jaminan Kesehatan Semesta. Apoteker bisa melakukan banyak hal terkait profesinya untuk membantu tercapainya visi “Masyarakat Sehat Yang mandiri dan Berkeadilan”. HISFARKESMAS akan melakukan program kerja dengan melibatkan masyarakat yang berada di sekitar Puskesmas tempat apoteker bekerja.

“Kami menyadari sepenuhnya hasil kajian yang menyebutkan bahwa 70 % sumber daya pembangunan nasional berasal dari kontribusi/ partisipasi masyarakat, budaya gotong royong, perilaku masyarakat akan menjadi acuan kami. Mohon doa restu dari seluruh apoteker dan masyarakat Indonesia,” ujar Indri menutup pembicaraan.

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>