Published On: Fri, Mar 23rd, 2018

Farmasi Universitas Gunadarma: Seminar K3 Laboratorium

Share This
Tags

Rektor Universitas Gunadarma bersama Drs Wahyudi Uun Hidayat, M.Si., Apt berkesempatan mengikuti Seminar K3 Laboratorium yang diselenggarakan oleh Program Studi Farmasi Universitas Gunadarma (Foto: Sidhi Poernomo / Istimewa)

Program Studi Farmasi Universitas Gunadarma untuk kedua kalinya menyelenggarakan kegiatan Seminar Kefarmasian. Setelah sukses menyelenggarakan Seminar Kesehatan dan Pembuatan Jurnal Ilmiah dengan tema Tantangan dan Peluang Dunia Kesehatan Dalam Skala Regional dan Internasional medio Januari 2018 lalu. Kamis, 22 Maret 2018, Seminar Farmasi K3 Laboratorium kembali mendulang sukses. Seminar yang dihadiri 100 orang undangan tersebut berlangsung di Kampus Universitas Gunadarma Graha Simatupang Tower A Lantai 5.

Dalam sambutannya Ketua Pelaksana Seminar, Ashfar Kurnia, M.Farm optimis akan masa depan program studi farmasi UG meski hadir di kampus yang kental akan ilmu Informasi dan Teknologi. Hal yang sama ditegaskan oleh Rektor Universitas Gunadarma, Prof., E.S. Margianti, S.E., M.M dalam sambutannya sekaligus membuka seminar. “Tahun ini, Universitas Gunadarma akan membuka program studi Kedokteran dan siap menerima mahasiswa pada tahun ajaran baru 2018 ini,” ujar Prof. E.S. Margianti. Dengan latar belakang sebagai Asisten Apoteker, Rektor UG menceritakan pengalamannya sebagai laboran dan mengingatkan akan pentingnya safety di laboratorium.

“Sebagus dan sehebat apapun laboratorium yang dimiliki tidak menjamin keselamatan kerja selama sumber daya manusianya tidak mematuhi aturan yang ada,” pesan Rektor Universitas Gunadarma. Masih menurut Rektor, perlu ditanamkan budaya dan kepedulian akan safety di laboratorium.

Narasumber yang berkesempatan membagi ilmunya antara lain:

1. Dr. Erna Triswati Ch., S.T., M.T. / Pakar K3L Umum Universitas Gunadarma
2. Dr.rer.nat Budiawan / Pakar Toksikologi Kimia dan Chemical Safety
3. Aroem Naroeni, DEA, Ph.D / Peneliti Senior Pusat Riset berbasis Layanan Kesehatan Virologi dan Kanker Patobiologi (PRVKP) dan Biosafety Officer

Agus Kurniawan, S.Si., M.Farm, Ketua Prodi Farmasi, yang ditemui Warta Apoteker di sela-sela acara seminar mengingatkan bahwa hanya personal yang sudah dilatih yang diperkenankan untuk memasuki laboratorium. “Sangat penting untuk menyediakan informasi umum terkait persyaratan keamanan dalam rangka memastikan dosen, mahasiswa mendapat informasi masalah keamanan dan pencegahan kecelakaan di laboratorium,” jelas Agus yang menyelesaikan pendidikan S2-nya di Farmasi Universitas Indonesia.

Tanggungjawab Dosen, Mahasiswa dan Laboran

Ada beberapa hal penting yang menjadi perhatian akan terjadinya potensi bahaya di laboratorium. Untuk membantu memastikan dosen, mahasiswa dan laboratorium serta tamu dari bahaya, maka perlu diperhatikan beberapa hal, seperti:

  • Menjaga suasana aman untuk seluruh fakultas, staf dan tamu
  • Menyediakan fasilitas yang penting, staf dan peralatan untuk keamanan
  • Meminimalkan seluruh paparan zat kimia
  • Menghindari menganggap remeh resiko yang mungkin terjadi
  • Membuat ventilasi yang sesuai dengan rancangan laboratorium
  • Menyiapkan modul keamanan dan dilengkapi dengan SPO (Standar Prosedur Operasional)
  • Melindungi lingkungan dari bahan kimia berbahaya dan limbah
  • Melakukan inspeksi laboratorium untuk memastikan terpenuhinya tujuan keamanan

Materi seminar dapat diperoleh di sini

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>