Published On: Wed, Feb 22nd, 2017

Apoteker (Onkologi) kunci keberhasilan pengobatan kanker ?

Share This
Tags

Panitia dan Pembicara berfoto bersama sebelum acara Seminar & Workshop Kefarmasian Farmasi UTB Lampung dan ISMAFARSI Jabodelata (Foto: Istimewa / Nopiyansyah)

Apoteker memiliki peran yang sangat penting dalam asuhan pasien kanker melalui perbaikan pengobatan termasuk penggunaan kemoterapi dan high alert medications. Demikian salah satu kesimpulan yang disampaikan Dr. Widyati, MClin.Pharm., Apt pada acara Seminar Kefarmasian dalam rangka memperingati World Cancer Day. Seminar yang disertai workshop ini diselenggarakan oleh BEM Farmasi UTB Lampung bekerjasama dengan ISMAFARSI Jabodelata di Hotel Nusantara, Lampung pada Sabtu, 18 Februari 2017.

“Penanganan pasien kanker dilakukan oleh satu tim terpadu termasuk apoteker di dalamnya,” ungkap Dr. Widyati, MClin.Phrm., Apt kepada Warta Apoteker. Widyati menambahkan bahwa apoteker dapat memberikan kemoterapi pada stage IIB – IVA dan asuhan kefarmasian pasien kanker serviks, rekonstitusi serta KIE.

Doktor lulusan UGM ini menjelaskan kepada peserta tentang role of pharmacist pada penanganan kasus kanker serviks, antara lain Pemantauan Terapi Obat (PTO) / Pharmaceutical Care di RS, Educating women on the importance of regular screening and vaccinations, Involved in counseling patients on their cancer therapy dan involved in reconstituting chemotherapeutic agents correctly in hospital pharmacies.

“Sebagai bagian dari tim multidisiplin, apoteker klinis (apoteker onkologi) memiliki peran penting seperti memastikan keamanan, efektifitas dan cost-effective drug therapy,” terang apoteker berpangkat LetKol yang sehari-harinya bekerja sebagai apoteker klinis di RSAL Ramelan Surabaya.

Peran sebagai apoteker klinis onkologi utamanya adalah identifikasi, pencegahan dan pengaturan drug related problem termasuk pemilihan obat, dosis, interaksi, administrasi dan efek samping. Untuk itu perlu pengetahuan yang spesialis yang di beberapa negara sudah melakukan sertifikasi / akreditasi. Apoteker onkologi menjadi displin baru bagi apoteker dengan kurikulum tersendiri.

Letkol (K/W) Dr. Widyati, MClin.Pharm., Apt berfoto bersama dengan mahasiswa profesi apoteker salah satu perguruan tinggi farmasi. (Foto: Istimewa / IG: @vennyvaleria)

Apoteker onkologi dapat memainkan peran yang besar dalam pengembangan petunjuk asuhan pendukung untuk chemotherapy-induced nausea and vomiting, myelosuppression, infusion and hypersensitivity reactions, epidermal growth factor receptor inhibitor skin toxicities, and vascular endothelial growth factor inhibitor.

“Bagi apoteker yang tertarik dengan onkologi dapat bergabung menjadi anggota International Society for Oncology Pharmacy Practitioners (ISOPP) yang didirikan pada tahun 1995,” tutup anggota Dewan Pakar Ikatan Apoteker Indonesia ini mengakhiri pembicaraan.

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>