Published On: Wed, Jan 10th, 2018

Ahmad Fuad Afdhal: Ketua Pusat Kajian Farmasi Sosial dan Kebijakan Farmasi Publik

Share This
Tags

Ahmad Fuad Afdhal, Ph.D berfoto bersama Rektor UP, Dekan FFUP dan Ketua Prodi Magister Ilmu Kefarmasian, Sekolah Pascasarjana FFUP. (Foto: Istimewa / Koleksi AFA)

Warta Apoteker, Cileungsi – Di sela-sela rapat Program Magister Ilmu Kefarmasian FFUP, Rabu, 3 Januari 2018, diumumkan pengangkatan Ahmad Fuad Afdhal, Ph.D sebagai Kepala Pusat Kajian Farmasi Sosial dan Kebijakan Farmasi Publik FFUP. Fuad, begitu biasa Beliau disapa, menerangkan bahwa Pusat Kajian Farmasi Sosial dan Kebijakan Farmasi Publik tidak akan tumpang tindih dengan ISPOR, salah satu organisasi yang selama ini dipimpinnya. “ISPOR banyak terlibat dalam kebijakan Farmakoekonomi dan tingkatnya internasional, sementara Pusat Kajian Farmasi Sosial dan Kebijakan Farmasi Publik meliputi seluruh aspek kefarmasian dan ruang lingkupnya nasional,” terang Fuad kepada Warta Apoteker.

Fuad menambahkan bahwa Pusat Kajian yang dipimpinnya tidak membedakan topik kajian, apakah tentang S1, Apoteker, S2 atau S3. “Tidak ada pengkotak-kotakkan, pokoknya terkait dengan profesi farmasi dan dunia farmasi,” jelas Fuad.

Saat ini, lanjut Fuad, dirinya sedang mencoba menyusun kegiatan yang akan dikerjakan selama dua tahun ke depan. Dari FFUP ini nantinya akan muncul hasil kajian yang bisa dimanfaatkan oleh para pemangku kepentingan farmasi di Indonesia.

Saya pribadi, Fuad menjelaskan lebih rinci, ingin banyak anak muda yang mau terlibat dalam Pusat Kajian Farmasi Sosial & Kebijakan Farmasi Publik ini nantinya. Farmasi Sosial, merupakan suatu disiplin ilmu Farmasi yang asing dan cenderung tidak disadari, padahal sangat penting peranannya dalam dunia kesehatan masa ini.

Artikel terkait:

Ahmad Fuad Afdhal memberikan Public Lecturer Pharmacoeconomic di Universitas Indonesia (Foto: Istimewa / Fakultas Farmasi UI)

Fuad yang aktif menulis dalam platform Kompasiana (https://www.kompasiana.com/fuadafdhal), suatu blog jurnalis Kompas yang bertransformasi menjadi sebuah media warga (citizen media). Pemantauan Warta Apoteker, tulisan Fuad di Kompasiana terkait farmasi hanya dapat dihitung dengan jari dari 60 artikel yang berhasil ditulisnya. Hingga Warta Apoteker akses, Rabu 10 Januari 2018, sedikitnya sudah 51,352 orang yang sudah membaca artikelnya.

“Semoga, dalam waktu yang singkat ini, banyak yang bisa kita berikan kepada dunia farmasi tanah air,” harapan Fuad menutup pembicaraan.

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>