Published On: Wed, Jul 10th, 2019

Farmasi ISTN: Dr. Widyati, M.Clin.Pharm., Apt Akan Memberikan Workshop ADR Analysis, Sabtu 27 Juli 2019 [Advertorial]

Share This
Tags
Dr. Widyati, M.Clin.Pharm., Apt saat memberikan materi pada Seminar di Farmasi UTB dalam kegiatan Rakerwil ISMAFARSI (Foto: Istimewa / IG ISMAFARSI Jabodelata)

WARTA-APOTEKER.COM, CILEUNGSI — Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menjelaskan pengertian efek samping (side effect), kejadian merugikan (adverse event), dan reaksi merugikan (adverse reaction) dari obat. “Kalau boleh tahu, tema workshop ini atas inisiatif siapa ya,” tanya Widyati kepada Panitia Seminar & Workshop ketika pertama kali dihubungi. Pasalnya, pada saat dirinya memberikan workshop dengan tema yang sama pada PIT IAI, Maret 2019 yang lalu di Bandung, masih banyak apoteker yang belum faham apa itu ADR, termasuk apoteker dari kalangan industri farmasi.

1. Pharmacovigilance
Ilmu dan kegiatan yang berkaitan dengan deteksi, penilaian, pemahaman dan pencegahan efek samping atau masalah terkait obat lainnya (WHO, 2002). Sementara menurut Perka BPOM RI Nomor HK.03.1.23.12.11.10690 Tahun 2011, Farmakovigilans adalah seluruh kegiatan tentang pendeteksian, penilaian (assessment), pemahaman, dan pencegahan efek samping atau masalah lainnya terkait dengan penggunaan obat.

2. Adverse event (kejadian merugikan)
Kejadian medis sementara yang berhubungan dengan penggunaan obat, tetapi tidak selamanya terkait sebab-akibat.

3. Adverse reaction (reaksi merugikan)
Tanggapan terhadap obat yang berbahaya dan tidak diinginkan, dan yang terjadi pada dosis yang biasa digunakan pada manusia untuk profilaksis, diagnosis, atau terapi penyakit, atau untuk modifikasi fungsi fisiologis. (WHO, 1972).
3.1. Unexpected adverse reaction (reaksi merugikan yang tidak diharapkan)
Tidak konsisten dengan informasi produk yang berlaku atau karakteristik obat.
3.2. Serious adverse reaction (reaksi merugikan yang serius)
Setiap kejadian medis yang tak diinginkan yang terjadi pada semua dosis;
– Mengakibatkan kematian
– Mengancam kehidupan
– Membutuhkan rawat inap atau perpanjangan rawat inap yang ada
– Menghasilkan kecacatan presisten yang signifikan atau ketidakmampuan

4. Side effect (efek samping)
Efek yang tidak diinginkan yang terjadi pada dosis normal yang berhubungan dengan sifat farmakologinya.

“Seminar & Workshop ini sengaja dibuat sebagai pelaksanaan salah satu poin Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pendidikan dan pengajaran,” papar Jenny Pontoan, M.Farm., Apt, Ketua Program Studi Sarjana Farmasi ISTN. Kegiatan ini, menurut Jenny, merupakan rangkaian kegiatan peringatan Dies Natalis ISTN. “Iya ya, masih akan ada banyak lagi kegiatan kefarmasian hingga akhir tahun ini, seperti bakti sosial, kunjungan edukasi, dan lain-lain” tutup Jenny.

Berikut beberapa slide presentasi Widyati pada kegiatan Workshop ADR pada PIT IAI 2019.

Pengertian ADE, ADR & ESO (Slide presentasi Workshop ADR Analysis pada PIT IAI 2019)
Klasifikasi ADR (Slide presentasi Workshop ADR Analysis pada PIT IAI 2019)

Informasi lebih lanjut & pendaftaran dapat menghubungi panitia:
Pendaftaran untuk Apoteker / Mhs S2 / Umum
Jenny / http://bit.ly/JennyISTN

Pendaftaran untuk Mhs S1 / TTK
Okpri / http://bit.ly/OkpriISTN

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>