Published On: Wed, Jul 10th, 2019

BPOM RI: Menyerahkan Dua Sertifikat CPOB Dan Tujuh NIE Obat Kanker

Share This
Tags

WARTA-APOTEKER.COM, CILEUNGSI — Badan POM menyerahkan dua sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) untuk Injeksi Volume Kecil Onkologi dan Injeksi Beku Kering Onkologi, serta tujuh Nomor Izin Edar (NIE) obat kanker untuk Gemcitabine, Paclitaxel, dan Oxaliplatin yang diproduksi CKD OTTO Pharma di Kawasan Industri Delta Silicon, Lippo Cikarang, Bekasi (09/07). Hal tersebut tidak lain untuk mendukung industri farmasi lokal untuk memasuki pasar global.

“Semoga dengan hadirnya industri farmasi ini, dapat semakin mempermudah akses masyarakat Indonesia dalam memperoleh obat antikanker yang terjangkau. Selain itu, tentunya diharapkan produk onkologi yang dihasilkan dapat diekspor ke luar Indonesia, sehingga dapat mengangkat daya saing produk industri farmasi Indonesia dan meningkatkan devisa negara.”

Sambutan Kepala Badan POM RI, Penny Lukito

Perusahaan farmasi, PT CKD OTTO Pharmaceutical (CKD OTTO Pharma) telah merampungkan fasilitas barunya yang memproduksi obat onkologi serta mendapat pengakuan dari Eropa (EU-GMP). Baik In Hyun, Presiden Direktur PT CKD OTTO Pharma mengatakan, produk yang dihasilkan berupa injeksi dalam bentuk cair dan bubuk. “Kami telah dapat sertifikasi halal dari MUI, menjadikan kami sebagai perusahaan farmasi pertama untuk onkologi dengan sertifikat halal di Indonesia,” ujarnya saat peresmian berlangsung, Selasa (9/7).

Dilansir kontan.co.id, total investasi yang digelontorkan untuk fasilitas baru ini mencapai US$ 30 juta dengan luas gedung 12.588 meter persegi. Dengan kapasitas produksi 1,6 juta vial per tahun, Baik In bilang, pabrik ini menggunakan sistem produksi dan manajemen dari Chong Kun Dang (CKD Pharma) yang memproduksi jenis obat seperti Oxaliplatin, Gemcitabine dan Docetaxel.

Sekedar informasi, CKD OTTO Pharma merupakan hasil joint venture (JV) antara CKD Pharma asal Korea Selatan dengan OTTO Pharmaceutical, anak usaha MENSA Group. Keduanya melakukan sinergi sejak 2015 untuk mengembangkan produksi obat anti-kanker ini. Mensa Group atau yang lebih dikenal dengan PT Menjangan Sakti telah lama menjalani distribusi obat dan farmasi di Indonesia. Untuk itulah CKD OTTO Pharma optimistis mampu memperkuat posisinya sebagai obat anti-kanker di pasar lokal.

“Kami menargetkan menguasai 30% pangsa pasar obat anti-kanker di Indonesia dalam lima tahun ke depan,” sebut Baik In. 

Badan POM mengajak industri farmasi lainnya untuk terus mengembangkan usaha dan berinovasi untuk meningkatkan mutu produknya. “Mari bersama kita berkontribusi terhadap pengembangan usaha sekaligus memberikan perlindungan bagi kesehatan masyarakat Indonesia,” tutup Penny

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>