Published On: Fri, Jun 28th, 2019

BPJPH: 98% obat belum memiliki sertifikat halal

Share This
Tags
Kepala BPJPH, Prof. Sukoso memberikan keterangan kepada jurnalis pada kegiatan Seminar Halal PKPH UNMA Banten di Serang (Foto: Istimewa / Priyono)

WARTA-APOTEKER, CILEUNGSI — Meski diberi waktu hingga tahun 2026, industri farmasi seperti P.T. Bio Farma (Persero) seperti dilansir Bisnis.com menyatakan bakal melakukan sertifikasi halal pada produk utamanya yakni vaksin. Hal itu dilakukan untuk memenuhi persyaratan Undang-Undang Jaminan Produk Halal (JPH) yang akan berlaku pada akhir kuartal III/2019.

Masih menurut Bisnis.com, Head of Corporate Communications Bio Farma N. Nurlaela Arif mengatakan perseroan kini sudah menerapkan halal assurance system yang diaudit oleh LPPOM-MUI. Menurutnya, sertifikasi halal vaksin dilakukan secara bertahap mengingat karakteristik produk yang sangat kompleks dan sangat diawasi.

Tidak hanya vaksin, hampir 100% obat yang beredar belum memiliki sertifikat halal. Ketua Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Prof. Sukoso, mengatakan jumlah yang hampir menyentuh 100 persen tersebut, mendorong kerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Tujuannya, tentu agar masyarakat yang beragama Islam bisa mendapat kepastian halal dalam mengkonsumsi obat-obatan.

Kerja sama tersebut perlu dilakukan, lantaran selama ini yang mengawasi peredaran makanan dan obat-obatan di Indonesia adalah BPOM. Khusus alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga, BPJPH juga mengajak Kemenkes RI, seperti tercantum dalam Pasal 8 PP No. 31 Tahun 2019.

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>